Emotional Zoning: Bagaimana Desain Ruangan Mengatur Emosi Penghuni Tanpa Disadari

Kita terbiasa membagi rumah berdasarkan fungsi: ruang tamu, dapur, kamar tidur. Tapi desain modern berkembang lebih jauh—ruangan kini dibagi berdasarkan emosi, bukan hanya aktivitas. Konsep ini dikenal sebagai Emotional Zoning.

Apa Itu Emotional Zoning?

Emotional Zoning adalah teknik desain interior yang menata ruang berdasarkan perasaan yang ingin ditimbulkan: tenang, fokus, hangat, kreatif, energik, atau rileks. Dengan cara ini, rumah tidak hanya fungsional, tetapi juga memberi respon psikologis yang tepat pada setiap area.

Zona Emosi yang Paling Penting di Rumah

1. Zona Tenang

Biasanya berupa ruang baca, sudut kecil, atau area dengan pencahayaan hangat. Warna yang digunakan lembut: beige, dusty white, linen. Furnitur minim dan tidak banyak dekorasi.

2. Zona Energi

Lokasinya bisa di area kerja atau dapur. Menggunakan warna kontras lembut, pencahayaan cerah, dan permukaan yang reflektif.

3. Zona Hangat

Area keluarga: sofa empuk, tekstur lembut, aroma kayu, dan pencahayaan rendah. Zona ini didesain untuk interaksi dan bonding.

Bagaimana Menerapkannya di Rumah?

  • Tentukan emosi apa yang ingin muncul di ruangan tertentu.
  • Gunakan warna, tekstur, aroma, dan pencahayaan sebagai pengatur suasana.
  • Hapus elemen visual yang mengganggu emosi yang ingin ditetapkan.

Kenapa Emotional Zoning Penting?

Rumah bukan lagi sekadar tempat tinggal—rumah adalah alat regulasi emosi. Emotional Zoning membuat ruang lebih manusiawi dan intuitif.

Kesimpulan

Dengan Emotional Zoning, rumah menjadi lebih dari sekadar ruang. Ia berubah menjadi pengalaman emosional yang mendukung kehidupan sehari-hari secara halus namun efektif.

About Author : SherishAdmin
YOU MAY ALSO LIKE

Leave A Comment