December 11, 2025
Di era digital, pekerjaan kita didominasi oleh stimulasi visual dan auditori. Namun, otak manusia berevolusi sebagai makhluk taktil—kita belajar dan mengingat melalui sentuhan. Haptic Memory adalah jenis memori yang terbentuk melalui sensasi sentuhan. Dalam desain interior, kita menyebutnya Haptic Design—merancang ruangan yang menarik secara taktil. Ketika Anda bekerja, tangan Anda […]
December 10, 2025
Ketika memasuki sebuah ruangan, indra pertama yang bereaksi, bahkan sebelum mata, adalah indra penciuman. Kita sering mengasosiasikan ruang dengan wewangian buatan (parfum ruangan, lilin aromaterapi), namun, kita lupa bahwa furniture itu sendiri adalah sumber aroma yang paling stabil dan memiliki dampak psikologis terdalam. Fenomena ini disebut “Aroma-Interior”. Aroma alami furniture, […]
December 10, 2025
Selama bertahun-tahun, pencahayaan dalam interior dianggap sebagai elemen terpisah dari furniture. Kita membeli sofa, lalu membeli lampu berdiri. Kita memasang lemari pakaian, lalu memasang lampu plafon. Namun, tren terbaru dalam dunia Neuro-Interior mulai menggabungkan keduanya dalam konsep yang disebut Chromotherapy Furniture. Chromotherapy, atau terapi warna, adalah metode menggunakan spektrum cahaya […]
December 5, 2025
Dalam interior profesional, desainer hampir selalu menyisakan “silent corners”—sudut yang tidak diisi dekorasi, tidak diberi warna kontras, dan sengaja dibiarkan kosong. Ruang ini bukan pemborosan, melainkan mekanisme stabilisasi visual. Silent corners membuat mata beristirahat. Ruangan yang penuh dekorasi tanpa ruang kosong justru membuat penghuni cepat lelah dan gelisah. Penelitian desain […]
November 28, 2025
Hampir semua orang tahu warna memengaruhi emosi—tapi yang jarang dibahas adalah saturasi, bukan sekadar warna. Dua warna yang sama bisa memberikan efek emosional berbeda hanya karena tingkat saturasinya. Warna rendah saturasi (muted tones) seperti sage, dusty blue, dan clay menciptakan ketenangan karena otak tidak perlu bekerja keras menyeimbangkan kontras visual. […]
November 28, 2025
Sebagian besar orang melihat interior sebagai estetika, padahal setiap ruangan sebenarnya memiliki microclimate—iklim kecil berupa suhu, kelembapan, aliran udara, dan refleksi cahaya yang berbeda dari area lain di rumah. Inilah yang menjelaskan kenapa kamar tertentu selalu terasa lebih hangat atau lebih menenangkan. Material berpori seperti kayu, tanah liat, dan linen […]

