Sebagian besar orang melihat interior sebagai estetika, padahal setiap ruangan sebenarnya memiliki microclimate—iklim kecil berupa suhu, kelembapan, aliran udara, dan refleksi cahaya yang berbeda dari area lain di rumah. Inilah yang menjelaskan kenapa kamar tertentu selalu terasa lebih hangat atau lebih menenangkan.
Material berpori seperti kayu, tanah liat, dan linen mampu menyerap dan mengeluarkan kelembapan sehingga membuat ruangan stabil secara alami. Sementara itu, permukaan mengkilap dan plastik mempercepat peningkatan panas.
Desainer interior modern mulai menggunakan teknik thermal zoning: menata furnitur dan material untuk mengatur suhu tanpa AC tambahan. Misalnya, karpet wol menjaga suhu lantai, sementara panel kayu pencaharian dapat menurunkan suara dan rasa “gerah” visual.
Dengan memahami microclimate, rumah bisa jadi lebih hemat energi, lebih sehat, dan jauh lebih nyaman.