Desain yang Tak Terlihat, Tapi Terasa
Aroma punya kekuatan tak kasat mata. Saat kita mencium aroma tertentu, otak langsung menghubungkannya dengan kenangan dan emosi. Di sinilah desain aroma menjadi penting: menciptakan perasaan yang ingin dibangun di ruang tersebut.
Aroma dan Fungsi Ruang
Ruang kerja cocok dengan aroma segar seperti lemon atau rosemary yang meningkatkan fokus. Ruang santai lebih cocok dengan vanilla, cedarwood, atau lavender yang menenangkan sistem saraf.
Membangun Identitas Rumah
Setiap rumah bisa punya “signature scent” sendiri — campuran aroma yang mencerminkan karakter penghuninya. Misalnya kombinasi eucalyptus, musk, dan sandalwood yang memberi kesan elegan dan maskulin.
Medium Aroma dalam Desain
Dari lilin aromaterapi, reed diffuser, hingga semprotan linen, semua bisa jadi bagian dari estetika ruang. Pilih wadah dan warna yang menyatu dengan interior agar tampak harmonis, bukan tempelan.
Kesimpulan
Desain aroma bukan hanya pelengkap. Ia adalah lapisan emosional yang menyatukan semua elemen interior menjadi satu pengalaman pancaindra.